Wednesday, November 27, 2013

PROSES ORGANISASI

PENDAHULUAN

Dalam suatu organisasi dibutuhkan berbagai proses untuk mencapai tujuan dari organisasi itu sendiri. Di antaranya adalah proses mempengaruhi dan proses pengambilan keputusan. Proses mempengaruhi dapat dilakukan dengan wewenang atau dengan kekuasaan, dimana keduanya harus dibedakan. Proses mempengaruhi dapat berpengaruh kepada proses pengambilan keputusan. Oleh karena itu, dalam proses pengambilan keputusan, kita harus mengetahui konsep dan teknik pengambilan keputusan

TEORI

1. Proses Mempengaruhi
    Pengaruh adalah kegiatan atau keteladanan yang baik secara langsung atau tidak langsung mengakibatkan suatu perubahan perilaku dan sikap orang lain atau kelompok.
Elemen-elemen proses mempengaruhi :
a. orang yang mempengaruhi (0)
b. metode mempengaruhi (→)
c. orang yang dipengaruhi (p)
Jadi proses mempengaruhi = 0 → p

Pengaruh bisa dilakukan oleh siapa saja dari kepala organisasi sampai pelaku terkecil dalam organisasi tersebut dan juga bisa berasal dari pihak luar organisasi, hanya ruang lingkup efek yang ditimbulkan yang berbeda. Wewenang hanya dimiliki oleh mereka yang memiliki posisi atau jabatan tertentu dan berada internal pada organisasi tersebut, berbeda dengan pengaruh dan kekuasaan yang bisa memengaruhi dari pihak eksternal, semakin tinggi jabatannya maka wewenangnya semakin besar dan tentunya tetap berada di bawah wewenang atasannya. Jika wewenang sifat pengaruhnya tidak menentu, maka kekuasaan bersifat mutlak. Dengan kekuasaan, wewenang dan pengaruh bisa saja tidak dihiraukan, hal ini berlaku pada mereka yang memiliki jabatan atau posisi lebih dari dalam maupun luar organisasi. Ketiga atau dua di antaranya bisa saja diperankan oleh satu orang dari dalam atau luar organisasi tersebut.

2. Proses Pengambilan Keputusan
    Konsep Pengambilan Keputusan
  • Identifikasi dan diagnosis masalah
  • Pengumpulan dan analisis data yang relevan
  • Pengembangan & evaluasi alternantif
  • Pemilihan alternatif terbaik
  • Implementasi keputusan & evaluasi terhadap hasil -hasil

Tipe –Tipe Keputusan Manajemen
  • Keputusan-keputusan perseorangan dan strategi
  • Kepusan-keputusan pribadi & strategi
  • Keputusan-keputusan dasar & rutin

Model-model Pengambilan Keputusan
  • Relationalitas Keputusan
  • Model-model perilaku pengambilan keputusan

Teknik Pengambilan Keputusan
  • Teknik -teknik Kreatif : Brainstorming & Synectics
  • Teknik -teknik Partisipatif
  • Teknik -teknik pengambilan keputusan Modern : Teknik Delphi, Teknik Kelompok Nominal

Menurut Fisher, pada hakekatnya ada dua model proses pengambilan keputusan yaitu :
a. Model preskriptif (pemberian resep perbaikan)
  • Menerangkan bagaimana kelompok seharunya mengambil keputusan. 
  • Memberikan pedoman dasar, agenda, jadwal urut-urutan yang membantu kelompok mencapai consensus.
  • Di ambil berdasarkan pada proses yang ideal.
Contoh : model pemikiran reflektif yang di kemukakan oleh Dewey yaitu PERT.

b. Model deskriptif :
  • Meneruskan bagaimana kelompok seharusnya mengambil keputusan tertentu.
  • Berhubungan dengan observasi kelompok yang mengambil keputusan-keputusan dan menggambarkan proses tersebut.
  • Diambil berdasarkan realitas observasi


ANALISA

Penggunaan wewenang secara bijaksana merupakan faktor kritis bagi efektevitas organisasi. Kekuasaan (power) sering di campur adukan dengan wewenang. Bila wewenang adalah hak untuk melakukan sesuatu, kekuasaan adalah kemampuan untuk melakukan hal tersebut. Kekuasaan posisi (position power) di dapat dari wewenang formal suatu organisasi. Kekuasaan pribadi (personal power) di dapatkan dari para pengikut dan didasarkan atas seberapa besar pengikut dan di dasarkan atas seberapa besar para pengikut mengagumi dan respeck pada seorang pemimpin.

Kekuasaan amat erat hubungannya dengan wewenang. Tetapi kedua konsep ini harus dibedakan. Kekuasaan melibatkan kekuatan dan paksaan, wewenang merupakan bagian dari kekuasaan yang cakupannya lebih sempit. Wewenang tidak menimbulkan implikasi kekuatan. Wewenang adalah kekuasaan formal yang dimiliki oleh seseorang karena posisi yang dipegang dalam organisasi. Jadi seorang bawahan harus mematuhi perintah manajernya karena posisi manajer tersebut telah memberikan wewenang untuk memerintah secara sah.

REFERENSI

http://rhamaugwisnu.blogspot.com/2013/01/wewenang-kekuasaan-dan-pengaruh_6203.html
http://harisfadhlurrahman.wordpress.com/2012/04/01/proses-organisasi/
http://ocw.gunadarma.ac.id/course/computer-science-and-information/information-system-s1-1/teori-organisasi-umum-2-1/

KONFLIK ORGANISASI

PENDAHULUAN

Setiap manusia adalah individu yang unik. Artinya, setiap orang memiliki pendirian dan perasaan yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Perbedaan pendirian dan perasaan akan sesuatu hal atau lingkungan yang nyata ini dapat menjadi faktor penyebab konflik sosial. Konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.
Konflik bertentangan dengan integrasi. Konflik dan Integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik.

TEORI

1. Pengertian Konflik
    Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya. Konflik dapat juga diartikan sebagai segala macam interaksi pertentangan atau antogonistik antara dua atau lebih pihak.
Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. Perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya

2. Jenis dan Sumber Konflik
    a. Jenis Konflik
        - Konflik peranan yang terjadi didalam diri seseorang (person-role conflict)
        - Konflik antar peranan (inter-role conflict)
        - Konflik yang timbul karena seseorang harus memenuhi harapan beberapa orang (intesender conflict)
        - Konflik yang timbul karena disampaikannya informasi yang saling bertentangan (intrasender conflict)

       Jenis konflik menurut pihak-pihak yang saling bertentangan :
       - Konflik dalam diri individu.
       - Konflik antar individu.
       - Konflik antar individu dan kelompok.
       - Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama.
       - Konflik antar organisasi
    
    b. Sumber Konflik
        - Kebutuhan untuk membagi (sumber daya-sumber daya) yang terbatas.
        - Perbedaan-perbedaan dalam berbagai tujuan
        - Saling ketergantungan kegiatan-kegiatan kerja
        - Perbedaan nilai-nilai atau persepsi
        - Kemandirian organisasional
        - Gaya individual

3. Strategi Penyelesaian Konflik
    > Kalah - kalah
    > Menang - kalah
    > Menang - menang

4. Motivasi
    Motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan.
Motivasi dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu :
a. Motivasi Fisiologis
b. Motivasi Psikologis

5. Teori Motivasi
     a. Teori X dan teori Y Mc Gregor
         Anggapan-anggapan yang mendasari teoriX :

  • Rata-rata para pekerja itu malas, tidaksukabekerjadan akan menghindarinyabila dapat.
  • Karenapada dasarnya pekerja tidaksukabekerja, maka harus dipaksa, dikendalikan, dipelakukan dengan hukuman, dan diarahkan untuk pencapaian tujuan organisasi.
  • Rata-rata para pekerja lebih senangdibimbing, berusaha menghindari tanggung-jawab, mempunyai ambisi yang kecil, keamanan drinya di atas segala-galanya.


         Anggapan-anggapan yang mendasari teori Y :

  • Usaha phisik dan mental yang dilakukan manusia dalam bekerja adalah kodrat manusia, sama halnya dengan bermain atau beristirahat.
  • Rata-rata manusia bersedia belajar, dalam kondisi yang layak, tidak hanya menerima tetapi mencari tanggung-jawab.
  • Ada kemampuan yang besar dalam kecerdikan, kreativitas dan dayaimajinasi untuk memecahkan masalah-masalah organisasi yang secara luas tersebar pada seluruh karyawan.
  • Pengendalian ekstern dan hukuman bukan satu-satunya cara untuk mengarahkan usaha pencapaian tujuan organiasasi.
  • Keterikatan pada tujuan organisasi adalah fungsi penghargaan yang diterima karena prestasinya dalam pencapaian tujuan itu.
  • Organisasi seharusnya memberikan kemungkinan orang untuk mewujudkan potensinya, dan tidak hanya digunakan sebagian.


      b. Teori Hirarki Kebutuhan Maslow
          Menurut Maslow ada 5 kebutuhan dasar manusia yang membentuk hirarki kebutuhan, yaitu :
          - Kebutuhan Fisiologis
          - Kebutuhan Keamanan
          - Kebutuhan Sosial
          - Kebutuhan Penghargaan
          - Kebutuhan Aktualisasi Diri
      c. Teori Motivasi Berprestasi Mc Clelland
          Menurut Mc Clelland, seseorang dianggap mempunyai motivasi prestasi yang tinggi, apabila dia mempunyai keinginan untuk berprestasi lebih baik dari pada yang lain dalam banyak situasi.
Mc Clelland memusatkan perhatiannya pada tiga kebutuhan manusia yaitu :
- Kebutuhan Prestasi
- Kebutuhan Afiliasi
- Kebutuhan Kekuasaan

       d. Teori Motivasi Dua Faktor Herzberg
           Menurut Herzberg ada dua faktor yang mempengaruhi motivasi kerja seseorang dalam organisasi, yaitu pemuas kerja (job satisfier) yang berkaitan dengan isi pekerjaan dan penyebab ketidakpuasan kerja (job dissafisfiers) yang bersangkutan dengan suasana pekerjaan Satisfiers disebar motivators dan dissatifiers disebut faktor-faktor yang higienis.

ANALISA

Sumber-sumber konflik organisasional sebagian besar merupakan hasil dinamika interaksi individual dan kelompok serta proses – proses psikologis. Untuk menyelesaikan konflik yang terjadi pimpinan dapat melakukan tindakan alternatif seperti menggunakan kekuasaan, konfrontasi, kompromi, menghaluskan situasi dan pengunduran diri, tergantung pada situasi dan kondisi yang ada.

REFERENSI

http://ocw.gunadarma.ac.id/course/computer-science-and-information/information-system-s1-1/teori-organisasi-umum-2-1/
http://id.wikipedia.org/wiki/Konflik

ORGANISASI

PENDAHULUAN

Pengertian bentuk organisasi sering disamakan dengan tipe organisasi, padahal keduanya berbeda. Menurut tipenya, organisasi dibedakan menjadi dua macam, yaitu organisasi dengan tipe piramid dan organisasi dengan tipe kerucut. Bentuk organisasi dilihat dari segi tata hubungan, wewenang (authority), dan tanggung jawab (Responsbility) yang ada dalam suatu organisasi.

TEORI

1. Tipe Organisasi
    a. Piramida Mendatar (flat)
    Ciri-ciri :
    - Jumlah satuan organisasi tidak banyak sehingga tingkat-tingkat hirarki kewenangan sedikit
    - Jumlah pekerja (bawahan) yang harus dikendalikan cukup banyak
    - Format jabatan untuk tingkat pimpinan sedikit karena jumlah pimpinan relatif kecil
    b. Piramida Terbalik
        Salah satu ciri  tipe piramida terbalik ialah jumlah jabatan pimpinan lebih besar daripada jumlah pekerja. Organisasi ini hanya cocok untuk organisasi - organisasi yang pengangkatan pegawainya berdasarkan atas jabatan fungsional. Contoh : lembaga penelitian, lembaga pendidikan.
    c. Piramida Kerucut
        Ciri-ciri :
        - Jumlah satuan organisasi banyak sehingga tingkat-tingkat hirarki/kewenangan banyak.
        - Rentang kendali sempit.
        - Pelimpahan wewenang dan tanggungjawab dapat dilakukan sampai kepada pejabat/pimpinan yang bawah/rendah.
        - Jarak antara pimpinan tingkat atas dengan pimpinan tingkat bawah terlalu jauh.
        - Jumlah informasi jabatan cukup besar.

2. Bentuk Organisasi
    a. Bentuk Organisasi Lini
        Adalah bentuk organisasi yang di dalamnya terdapat garis wewenang yang menghubungkan langsung secara vertikal antara atasan ke bawahan.
Ciri - ciri :
- Jumlah karyawan sedikit
- Selain top manager, manager di bawahnya hanya berfungsi sebagai pelaksana
- Sarana dan peralatan terbatas
- Hubungan atasan dan bawahan bersifat langsung

Kebaikan :
- Atasan dan bawahan dihubungkan oleh 1 garis komando.
- Rasa solidaritas dan spontanitas seluruh anggota organisas besar
- Proses decision making berjalan cepat
- Disiplin dan loyalitas tinggi

Keburukan :
- Pengembangan kreatifitas karyawan terhambat
- Karyawan tergantung pada 1 orang
- Tujuan top manager sering tidak dapat dibedakan dengan tujuan organisasi

    b. Bentuk Organisasi Fungsional
        Adalah suaru organisasi dimana wewenang dari pemimpin tertingi dilimpahkan kepada kepala bagian yang mempunyai jabatan fungsional untuk dikerjakan kepada para pelaksana yang mempunyai keahlian khusus.
Ciri - ciri :
- Organisasi kecil
- Terdapat staff ahli
- Spesialisasi dalam pelaksanaan tugas
- Target yang ditetapkan jelas dan pasti
- Pengawasan dilakukan secara ketat

Kebaikan :
- Program terarah, jelas dan cepat
- Anggaran, personalia dan sarana tepat dan sesuai
- Kenaikan pangkat pejabat fungsional cepat

Keburukan :
- Koordinasi sulit dilaksanakan

    c. Bentuk Organisasi Lini &Staff
        Adalah suatu bentuk organisasi dimana pelimpahan wewenang berlangsung secara vertikal dan sepenuhnya dari pucuk pimpinan ke kepala bagian di bawahnya.
Ciri - ciri :
- Hubungan atasan dan bawahan tidak seluruhnya secara langsung
- Jumlah karyawan banyak, organisasi besar

Kebaikan :
- Pembagian tugas jelas
- Kerjasama dan koordinasi dapat dilaksanakan dengan jelas
- Pengembangan bakat segenap anggota organisasi terjamin
- Bentuk organisasi lebih fleksibel untuk diterapkan

Keburukan :
- Proses decision making berliku-liku
- Adanya kemungkinan terjadinya persaingan tidak sehat antar pejabat

    d. Bentuk Organisasi Fungsional & Lini
        Adalah bentuk organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada kepala bagan di bawahnya yang mempunyai keahlian tertentu.
Ciri - ciri :
- Tidak tampak adanya perbedaan tugas pokok dan tambahan
- Spesialisasi secara praktis pada pejabat fungsional

Kebaikan :
- Solidaritas tinggi
- Disiplin tinggi
- Produktivitas tinggi

Keburukan :
- Kurang fleksibel
- Spesialisasi dapat menimbulkan kejenuhan

    e. Bentuk Organisasi Matrik
        Adalah organisasi dimana penggunaan struktur organisasi menunjukkan dimana para spesiais yang mempunyai ketrampilan dikumpulkan menjadi 1 untuk mengerjakan suatu project.

    f. Bentuk Organisasi Komite
       Adalah bentuk organisasi dimana tugas kepemimpinan dan tugas tertentu dilaksanakan secara kolektif oleh sekelompok pejabat yang berupa komite atau dewan.
Organisasi komite terdiri dari :
- Executive Committe
- Staff  Committe

3. Struktur atau Skema Organisasi
    Struktur organisasi merupakan perwujudan struktur organisasi formal dengan jalan menganalisa jabatan - jabatan apa yang diperlukan dalam mencapai tujuan untuk kemudian menentukan kualifikasi maupun jumlah orang yang diperlukan untuk mengisi jabatan - jabatan yang telah ditetapkan.
Struktur organisasi dibentuk berdasarkan 3 komponen sbb :
- Interaksi kemanusiaan
- Kegiatan yang terarah ke tujuan
- Struktur

Berdasarkan ke3 komponen tsb, seorang top manager harus dapat mengkoordinir kegiatan karyawan dalam mencapai tujuan organisasi. Di samping itu, struktur organisasi juga harus memberi penjelasan bagaimana pembagian wewenang dan tanggung jawabnya. Pendelegasian wewenang sangan erat hubungannya dengan batasan wewenang dan tanggung jawab seseorang tentang suatu bagian kegiatan yang dilaksanakan.
 

ANALISA

Kegiatan perusahaan akan berjalan lancar jika struktur organisasi yang dipakai dapat memberikan dukungan moral bagi karyawan sehingga mereka mau bekerja sama dan selalu berusaha menjalin koordinasi yang mereka sadari sebagai tanggung jawab penting untuk menjadi bagian dari seluruh kegiatan perusahaan yang salah menunjang pencapaian tujuan organisasi (perusahaan).

REFERENSI

http://komsi.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/7149/Bab+2-pbisnis.pdf

MACAM - MACAM ORGANISASI DARI SEGI TUJUAN

PENDAHULUAN

Macam organisasi dapat dilihat dari berbagai segi, yaitu dari jumlah puncak pimpinan, segi keresmian, segi tujuan, segi luas wilayah, segi sosial, dan segi bentuk. Macam-macam organisasi dari segi tujuan yang hendak dicapai dibedakan menjadi organisasi niaga / ekonomi dan organisasi sosial / organisasi kemasyarakatan. Sedangkan organisasi regional & internasional adalah macam organisasi menurut luas wilayah.

TEORI

1. Organisasi Niaga
    Organisasi niaga adalah organisasi yang tujuan utamanya mencari keuntungan dengan cara menjual barang / jasa. Organisasi ini sering disebut dengan Profit Organization.
    a. PT (Perseroan Terbatas)
    b. CV (Commanditaire Vennootschap)
    c. Joint Ventura (JV)
    d. FA (Firma)
    e. Koperasi
    f. Trust
    g. Kartel
    h. Holding Company

2. Organisasi Sosial
    Organisasi sosial (organisasi kemasyarakatan) adalah organisasi yang dibentuk oleh anggota masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.
Jalur pembentukan organisasi kemasyarakatan meliputi :
a. Jalur Keagamaan
b. Jalur Profesi
c. Jalur Kepemudaan
d. Jalur Kemahasiswaan
e. Jalur Kepartaian & Kekaryaan

3. Organisasi Regional dan Internasional

    a. Organisasi regional merupakan organisasi yang luas wilayahnya meliputi beberapa negara tertentu saja. Biasanya dilatarbelakangi oleh kesamaan faktor geografis, kebudayaan / politik.
Contoh : ASEAN, APEC.
  b. Organisasi internasional merupakan organisasi yang anggota-anggotanya meliputi negara di dunia bertujuan sama dan dirincikan di dalam suatu persetujuan perjanjian bersama.
Contoh : PBB, NATO, OKI

ANALISA

Perbedaan organisasi regional dan internasional dapat dilihat dari luas wilayahnya, dimana organisasi internasional memiliki cakupan wilayah yang lebih luas. Sedangkan perbedan organisasi niaga dan sosial dapat dilihat dari tujuan masing-masing organisasi tsb, dimana organisasi niaga bertujuan untuk mencari keuntungan, sedangkan organisasi sosial hanya berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara.

REFERENSI

http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi_sosial
http://ocw.gunadarma.ac.id/course/computer-science-and-information/information-system-s1-1/teori-organisasi-umum-2-1

CIRI-CIRI, UNSUR DAN TEORI ORGANISASI

PENDAHULUAN

Manusia adalah mahluk social yang cenderung untuk hidup bermasyarakat serta mengatur dan mengorganisasi kegiatannya dalam mencapai sautu tujuan tetapi karena keterbatasan kemampuan menyebabkan mereka tidak mampu mewujudkan tujuan tanpa adanya kerjasama. Hal tersebut yang mendasari manusia untuk hidup dalam berorganisasi.

TEORI

1. Ciri - Ciri Organisasi
    a. Adanya komponen (atasan dan bawahan)
    b. Adanya tujuan yang sama
    c. Adanya kerjasama yang terstruktur
    d. Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati
    e. Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas

2. Unsur - unsur Organisasi
    Secara sederhana, organisasi memiliki 3 unsur, yaitu :
    a. Manusia : semua anggota organisasi / biasa disebut pegawai, yang dibagi ke dalam tingkatan tertentu secara terstruktur dan mempunyai tugas sesuai dengan fungsi / tingakatannya.
     b. Kerjasama : suatu proses yang dilakukan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama.
     c. Tujuan bersama : menggambarkan tentang apa yang akan dicapai atau yang diharapkan.

3. Teori Organisasi
    a. Teori Organisasi Klasik
        - Teori Birokrasi
        - Teori Administrasi
        - Manajemen Ilmiah
    b. Teori Neo Klasik (Teori Hubungan atau Manusiawi)
        Menekenakan pentingnya aspek psikologis & sosial karyawan.
    c. Teori Organisasi Modern
        Semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan & saling ketergantungan.

ANALISA

Ketiga unsur organisasi di atas merupakan suatu kesatuan dimana jika salah satunya tidak terpenuhi, maka organisasi tidak akan berjalan dengan baik.

REFERENSI

http://aangfm.wordpress.com/2013/01/12/ciri-ciri-unsur-dan-teori-organisasi/
http://ocw.gunadarma.ac.id/course/computer-science-and-information/information-system-s1-1/teori-organisasi-umum-2-1

Tuesday, November 19, 2013

ARTI PENTINGNYA ORGANISASI DAN METODE

PENDAHULUAN

Dalam pencapaian suatu tujuan, target, misi atau visi di dalam suatu kelompok yang mempunyai tujuan sama diperlukan adanya suatu wadah / organisasi. Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran.

TEORI

1. Pengertian Organisasi
       Secara umum, organisasi mempunyai arti sekelompok orang dalam suatu wadah yang mempunyai tujuan bersama. 
    Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.

2. Manajemen dan Organisasi
      Manajemen merupakan sarana untuk mencapai tujuan organisasi dengan memanfaatkan alat yang tersedia semaksimum mungkin. Sedangkan organisasi merupakan salah satu sarana untuk mencapai tujuan perusahaan melalui pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen yang dilakukan serang pimpinan dengan organisasi yang tercipta di perusahaan yang bersangkutan. Jadi keberhasilan perusahaan tergantung pada organisasi, terutama struktur organisasi yang dianut.

3. Manajemen dan Tata Kerja
        Tata Kerja adalah cara-cara/metode yang bertujuan untuk mencapai tingkat efesien dan maksimal dalam melaksanakan suatu pekerjaan dengan benar dan berhasil sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Di dalam manajemen, tata kerja yang tepat sangat dibutuhkan untuk menghindari penggunaan sumber daya, sarana prasarana, dsb secara tidak efisien / tidak efektif.

4. Manajemen, Organisasi dan Tata Kerja
            Hubungan manajemen, organisasi dan tata kerja adalah organisasi menjadi wadah sekelompok orang yang mempunyai tujuan yang sama dimana dalam mencapai tujuan tsb membutuhkan pengaturan / manajemen yang mempunyai metode / tata kerja yang baik agar dapat mencapainya secara efektif dan efisien. Untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien, manajemen perlu melewati beberapa proses , yaitu proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya. 


ANALISA

          Manajemen, organisasi dan tata kerja adalah 3 hal yang saling berkaitan / berhubungan, dimana tujuan dari organisasi tsb akan lebih mudah dicapai jika orang-orang yang berada di dalamnya bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali dalam memanfaatkan sumber daya, sarana prasarana, data dan sebagainya yang digunakan secara efektif dan efisien.

REFERENSI

http://bangbiw.com/pengertian-tentang-organisasi-manajemen-dan-tata-kerja
komsi.staff.gunadarma.ac.id