1. Pertumbuhan Penduduk
a. Pertumbuhan Penduduk Dunia
Populasi dunia diperkirakan akan mencapai 8,5 miliar pada tahun 2030, 9,7 miliar pada tahun 2050, dan melampaui 11 miliar pada tahun 2100, dengan India yang diperkirakan akan melampaui Tiongkok, sebagai negara berpenduduk paling padat, sekitar tujuh tahun dari sekarang, dan Nigeria akan melampaui Amerika Serikat untuk menjadi negara terbesar ketiga di dunia dalam 35 tahun dari sekarang, menurut laporan PBB yang baru diluncurkan pada hari Rabu (29/7).
Selain itu, laporan tersebut mengungkapkan bahwa selama periode 2015-2050, setengah dari pertumbuhan penduduk dunia diperkirakan akan terkonsentrasi di sembilan negara: India, Nigeria, Pakistan, Republik Demokratik Kongo, Ethiopia, Tanzania, Amerika Serikat, Indonesia dan Uganda.
Wu Hongbo, Wakil Sekretaris-Jenderal PBB untuk Urusan Ekonomi dan Sosial, dimana departemennya memproduksi Revisi Prospek Populasi Dunia 2015, putaran ke-24 estimasi resmi populasi PBB dan proyeksi, memahami perubahan demografis yang mungkin terungkap selama beberapa tahun mendatang “merupakan kunci untuk mendesain dan mengimplementasikan agenda pembangunan baru.”
Negara-negara Anggota PBB saat ini sedang dalam proses menyusun sebuah agenda penerus dari Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) yang bersejarah, yang akan berakhir pada tahun ini. Sebuah kerangka kerja baru, yang fokus pada pengentasan kemiskinan, inklusi sosial dan menjaga kesehatan planet ini, akan diadopsi pada KTT khusus PBB , di New York pada bulan September ini.
Menurut proyeksi laporan tersebut, populasi dunia saat ini adalah 7,3 miliar, dan diperkirakan akan mencapai 8,5 miliar pada tahun 2030, 9,7 miliar pada tahun 2050 dan 11,2 miliar pada tahun 2100.
“Sebagian besar dari proyeksi dari peningkatan populasi dunia dapat dikaitkan dengan beberapa negara yang memiliki tingkat kesuburan yang tinggi, terutama di Afrika, atau negara-negara dengan populasi yang sudah besar,” menurut laporan tersebut.
Saat ini, Tiongkok dan India tetap merupakan dua negara terbesar di dunia, masing-masing dengan jumlah penduduk lebih dari 1 miliar orang, mewakili 19 dan 18 persen dari populasi dunia, masing-masing secara terpisah, namun pada tahun 2022, jumlah populasi India diperkirakan akan melampaui Tiongkok, menurut proyeksi laporan.
Di antara 10 negara terbesar di dunia saat ini, salah satunya berada di Afrika (Nigeria), lima negara berada di Asia (Bangladesh, Tiongkok, India, Indonesia, dan Pakistan), dua negara berada di Amerika Latin (Brasil dan Meksiko), satu di Amerika Utara (AS), dan satu di Eropa (Federasi Rusia).
“Dari jumlah tersebut, penduduk Nigeria, saat ini merupakan terbesar ketujuh di dunia, tumbuh dengan cepat,” menurut laporan. Akibatnya, populasi Nigeria diproyeksikan akan melampaui Amerika Serikat pada sekitar tahun 2050, di mana pada titik tersebut akan menjadi negara terbesar ketiga di dunia.
Laporan ini juga memproyeksikan bahwa pada tahun 2050, populasi dari enam negara diperkirakan akan melebihi 300 juta: Tiongkok, India, Indonesia, Nigeria, Pakistan, dan Amerika Serikat.
Dan dengan tingkat tertinggi pertumbuhan penduduk, Afrika diperkirakan akan mencakup lebih dari setengah dari pertumbuhan populasi dunia selama 35 tahun ke depan.
Selama periode ini, menurut laporan, populasi dari 28 negara Afrika diproyeksikan akan mengalami peningkatan sebesar dua kali lipat, dan pada tahun 2100, 10 negara Afrika diproyeksikan telah meningkat, setidaknya dari lima: Angola, Burundi, Republik Demokratik Kongo, Malawi, Mali, Niger, Somalia, Uganda, Republik Tanzania dan Zambia.
“Konsentrasi pertumbuhan penduduk di negara-negara termiskin menyajikan suatu tantangan sendiri, sehingga menjadikannya lebih sulit untuk memberantas kemiskinan dan ketidaksetaraan, untuk memerangi kelaparan dan kekurangan gizi, serta untuk memperluas pendaftaran pendidikan dan sistem kesehatan, yang semuanya penting untuk keberhasilan dari agenda pembangunan berkelanjutan yang baru,” kata John Wilmoth, Direktur Divisi Populasi PBB.
Berbeda dengan proyeksi pertumbuhan, penuaan yang signifikan dari populasi dalam beberapa dekade mendatang diproyeksikan berada sebagian besar wilayah, dimulai dengan Eropa, di mana 34 persen dari populasi diproyeksikan akan berusia lebih dari 60 tahun pada tahun 2050. Di Amerika Latin dan Karibia serta di Asia, populasi akan berubah dari 11 persen menjadi 12 persen dari masyarakat yang berusia lebih dari 60 tahun pada saat ini, menjadi lebih dari 25 persen pada tahun 2050.
Selanjutnya dalam laporan, tingkat harapan hidup saat lahir telah meningkat secara signifikan di negara-negara kurang berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Pencapaian rata-rata enam tahun diantara negara-negara termiskin, dari 56 tahun pada tahun 2000-2005, menjadi 62 tahun pada 2010-2015, diperkirakan akan meningkat dua kali lipat untuk seluruh dunia. Sementara perbedaan yang signifikan dalam harapan hidup di daerah utama, dan kelompok pendapatan diproyeksikan akan terus naik, mereka diharapkan akan berkurang secara signifikan pada tahun 2045-2050.
b. Faktor - Faktor Demografi yang Mempengaruhi Pertumbuhan Penduduk
1) Kelahiran (Natalis)
Untuk menentukan jumlah kelahiran dalam satu wilayah digunakan angka kelahiran (Fertilitas).
Angka kelahiran (Fertilitas) yaitu angka yang menunjukkan rata-rata jumlah bayi yang lahir hidup setiap 1000 penduduk dalam waktu satu tahun.
Cara menghitung angka kelahiran (Fertilitas), yaitu sbb:
a) Angka kelahiran kasar (Crude Birth Rate/CBR)
Angka kelahiran ini disebut kasar karena perhitungannya tidak memperhatikan jenis kelamin dan umur penduduk, meskipun yang dapat melahirkan hanya penduduk dengan jenis kelamis perempuan.
b) Angka kelahiran menurut kelompok umur (Age Specific Fertiliy Rate/ASFR)
Angka kelahiran ini dihitung berdasarkan jumlah kelahiran dalam usia produktif (usia 15-49 tahun) setiap 1000 wanita dalam kurun waktu 1 tahun.
2) Kematian (Mortalitas)
Adalah perhitungan perkembangan penduduk yang bersifat mengurangi jumlah penduduk berdasarkan jumlah kematian dari setiap seribu penduduk dalam kurun waktu 1 tahun.
Cara menghitung angka kematian (Mortalitas) :
a) Angka Kematian kasar (Crude Death Rate/CDR)
Yaitu angka yang menunjukkan jumlah kematian tiap 1000 penduduk tiap tahun tanpa membedakan usia dan jenis kelamin tertentu.
Rumus :
Jumlah kematian
Jumlah Penduduk
b) Angka Kematian Khusus (Specific Death Rate/SDR)
Yaitu jumlah seluruh kematian akibat penyakit tertentu selama satu tahun dibagi jumlah penduduk pada pertengahan tahun.
Rumus :
Jumlah kematian penyakit (x) x 100%
Jumlah penduduk
c) Angka Kematian Ibu (Maternal Mortality Rate/MMR)
Yaitu jumlah kematian ibu akibat kehamilan/melahirkan/nifas (sampai 42 hari post partum) per 100.000 kelahiran hidup.
Rumus :
Jumlah kematian Ibu x 100.000
Jumlah kelahiran hidup
d) Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate/IMR)
Yaitu jumlah kematian bayi (umur <1tahun) per 1000 kelahiran hidup.
Rumus :
Jumlah kematian bayi x 1000
Jumlah kelahiran hidup
3) Perpindahan (Migrasi)
Migrasi adalah perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat yang lain dalam jangka waktu tertentu.
Faktor – faktor yang mempengaruhi migrasi :
• Faktor individu
• Faktor yang terdapat di daerah asal
• Faktor yang terdapat di daerah tujuan
• Rintangan antara daerah asal dan daerah tujuan
Macam-macam migrasi :
a) Migrasi Internasional
• Imigrasi : masuknya penduduk ke suatu Negara
• Emigrasi : keluarnya penduduk ke Negara lain
• Remigrasi : kembalinya penduduk ke suatu negara
b) Migrasi Nasional
• Urbanisasi : perpindahan penduduk dari desa ke kota
• Transmigrasi : perpindahan penduduk dari suatu pulau ke pulau yang lain
• Ruralisasi : perpindahan penduduk dari kota ke desa
• Evakuasi : perpindahan penduduk dari tempat yang tidak aman ke tempat karena kejadian tertentu ke tempat yang aman
Akibat Migrasi :
• Akan terjadi pertikaian didalam suatu kota yang banyaknya imigrasi dikarenakan banyaknya orang yang bersuku tidak sama, perbedaan sosial budaya, pola pikiran yang tidak sepaham, adab tutur kata yang tidak sama, dan memandang suatu nilai orang.
• Akan cepatnya terjadi bencana alam, karena apabila imigran datang tentu saja mereka mencari tempat tinggal, maka lahan penghijauan pun menjadi sasaran untuk dibuatnya perumahan sehingga untuk resapan air pun berkurang sehingga akan terjadi bencana alam banjir dan juga wabah penyakit.
• Kesehatan menjadi harga yang lebih mahal di dalam kota migrasi karena, makin banyak imigran yang datang dengan membawa alat kendaraannya dan juga elektronik yang mempunyai radiasi dan polusi pun dimana-mana.
• Area perkuburan yang makin sempit dikarenakan lahan yang letaknya seharusnya menjadi area pemakaman justru dibuat mall, jalan raya besar, dan juga fasilitas prasarana lainnya.
• Lahan pekerjaan yang sempit karena banyaknya orang yang mau menetap di kota migrasi dengan mencari uang tetapi sudah banyaknya lahan pekerjaan yang diambil orang dan juga peluang bisnis yang area penjualannya sangat sempit
c. Jenis Struktur Penduduk
1) Piramida Stasioner
Bentuk piramida ini menggambarkan keadaan penduduk yang tetap (statis) sebab tingkat kematian rendah dan tingkat kelahiran tidak begitu tinggi. Piramida penduduk yang berbentuk system ini biasanya terdapat pada negara-negara yang maju seperti Swedia, Belanda dan Skandinavia.
Gambar 1 Piramida Stasioner
2) Piramida Tua
Bentuk piramida penduduk ini menggambarkan adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan tingkat kematian kecil sekali. Apabila angka kelahiran jenis kelamin pria besar, maka suatu Negara bisa kekurangan penduduk. Negara yang bentuk piramida penduduknya seperti ini adalah Jerman, Inggris, Belgia dan Perancis.
Gambar 2 Piramida Tua
3) Piramida Muda
Piramida ini menggambarkan komposisi penduduk dalam pertumbuhan dan sedang berkembang. Jumlah angka kelahiran lebih besar daripada jumlah kematian. Bentuk ini umumnya kita lihat pada negara – negara yang sedang berkembang. Misalnya : India, Brazil dan Indonesia
Gambar 3 Piramida Muda
2. Kebudayaan dan Kepribadian
Kebudayaan merupakan keseluruhan arti pengetahuan manusia sebagai mahluk sosial, yang digunakan untuk menginterpretasikan dan memahami lingkungan yang dihadapi, untuk memenuhi segala kebutuhannya serta mendorong terwujudnya kelakuan manusia itu sendiri.
Secara garis besar, terdapat korelasi antara kebudayaan dan kepribadian masyarakat. Opini umum menyatakan bahwa kebudayaan suatu bangsa adalah cermin dari kepribadian bangsa yang bersangkutan.
Sifat-sifat kepribadian yang berakar dari adat istiadat dan ajaran agama pada suatu kelompok masyarakat dapat dikukuhkan sebagai hukum adat. Di luar itu ciri-ciri kepribadian suatu kelompok masyarakat/bangsa, juga tercermin dalam penampilan sikap hidup sehari-hari.
Kebudayaan Hindu, Budha, Islam dan Barat
1) Kebudayaan Hindu dan Budha
Pada abad ke-3 dan ke-4 agama Hindu masuk ke Indonesia khususnya ke pulau jawa. Perpaduan atau akulturasi antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan Hindu yang berasal dari India itu berlangsung lancar. Sekitar abad ke 5, ajaran Budha atau budhisme masuk ke Indonesia, khususnya ke pulau Jawa. Agama/ajaran budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju dari pada hinduisme, sebab Budhisme tidak menghendaki adanya kasta-kasta dalam masyarakat.
Walaupun demikian, kedua agama itu di Indonesia, khususnya di pulau jawa tumbuh dan berkembang berdampingan secara damai. Baik penganut hinduisme maupun budhisme melahirkan karya-karya budaya yang bernilai tinggi dalam seni bangunan/arsitektur, baik seni pahat, seni ukir maupun seni sastra, seperti tercermin dalam bangunan/arsitektur, relief-relief yang diabadikan dalam candi-candi di Jawa Tengah ataupun Jawa Timur. Candi-candi yang dimaksud diantaranya candi borobudur, mendut, prambanan, kalasan, badut, kidal, jago, singasari, dll.
2) Kebudayaan Islam
Pada abad ke-15 dan ke-16, agama Islam telah dikembangkan di Indonesia oleh para pemuka-pemuka Islam yang disebut wali sanga. Titik sentral penyebaran agama Islam pada abad itu berada di pulau jawa.
Didaerah-daerah yang belum amat terpengaruh oleh kebudayaan Hindu, agama Islam mempunyai pengaruh yang mendalam dalam kehidupan penduduk di daerah yang bersangkutan. Misalnya di Aceh, Banten, Sulawesi Selatan, Sumatra Timur, Sumatra Barat, dan pesisir Kalimantan. Agama islam berkembang pesat di Indonesia dan menjadi agama yang medapat penganut sebagian besar penduduk indonesia.
3. Kebudayaan Barat
Awal kebudayaan barat masuk ke Indonesia ketika kaum kolonialisme/penjajah memaksa masuk ke Indonesia, terutama bangsa Belanda. Mulai dari penguasaan perusahaan dagang Belanda (VOC) dan berlanjut dengan pemerintahan kolonialisme Belanda. Akibat dari penjajahan tersebut, munculah bangunan-bangunan dengan gaya arsitektur Barat.
Di pusat pemerintahan terutama di Jawa, Sulawesi Utara, dan Maluku berkembang dua lapisan sosial. Lapisan sosial pertama terdiri dari kaum buruh dari berbagai lapangan pekerjaan. Lapisan kedua, adalah kaum pegawai. Dalam lapisan sosial kedua inilah kemampuan/kemahiran bahasa Belanda menjadi syarat utama untuk mencapai kenaikan kelas sosial.
Pengaruh kebudayaan Eropa yang juga masuk ke dalam kebudayaan Indonesia ialah agama Katolik dan agama Kristen Protestan. Agama-agama tersebut disiarkan dengan sengaja oleh organisasi-organisasi penyiaran agama (Missie untuk agama Katolik dan Zending untuk agama Kristen) yang semuanya bersifat swasta. Penyiaran dilakukan terutama di daerah-daerah dengan penduduk yang belum mengalami pengaruh agama Hindu, Budha, atau Islam. Contoh : Irian Jaya, Maluku Tengah dan Selatan, Sulawesi Utara dan Tengah, Nusa Tenggara Timur dan pedalaman Kalimantan.
Sumber :
http://unic-jakarta.org/2015/07/30/pbb-proyeksikan-penduduk-dunia-capai-85-miliar-pada-tahun-2030-didorong-oleh-pertumbuhan-di-negara-negara-berkembang/
http://www.fkunissula.ac.id/index.php?option=com_docman&task=doc_download&gid=904&Itemid=67&lang=id