Saturday, October 31, 2015

Tugas 2 - Pengantar Telematika

Soal :


  1. Jelaskan bagaimana peranan jaringan komputer baik yang menggunakan kabel maupun tanpa kabel dalam penyebarluasan layanan telematika! Berikan contohnya!
  2. Bagaimana mencegah gangguan-gangguan yang akan muncul pada jaringan komputer sebagai sarana penunjang layanan telematika! Berikan contoh gangguan yang ada pada layanan telematika!
  3. Jelaskan fasilitas-fasilitas apa saja yang diperlukan guna menunjang layanan telematika yang berhubungan dengan jaringan komputer!

Jawab :

  1. Jaringan komputer merupakan hal yang terpenting dalam mengakses layanan telematika. Jaringan ini menghubungkan antara host komputer satu dengan yang lain melalui sebuah infrastruktur. Jaringan ini dapat berupa layanan data, korporat, umum, dan bahkan bersifat rahasia contohnya data informasi transaksi melalui kartu kredit.
    Perkembangan jaringan komputer pada saat ini sangat berkembang pesat terutama sebagai sarana yang digunakan dalam proses telematika, Semakin besarnya keinginan masyarakat global untuk mendapatkan informasi secara cepat dan bagaimana memudahkan aktifitas mereka sehari-hari. Contohnya penggunaan komputer yang menggunakan internet dahulu dengan basis dial-up, sekarang berkembang dengan basis DSL, dalam hal kecepatan koneksi sangat jauh berbeda, dikarenakan internet menggunakan DSL mendapat prioritas lebih utama ketimbang dengan basis dial-up.

  2. Pencegahan gangguan pada jaringan komputer :
    - Integrity : Mensyaratkan bahwa informasi hanya dapat diubah oleh pihak yang memiliki wewenang
    - Confidentiality : Mensyaratkan bahwa informasi (data) hanya bisa diakses oleh pihak yang memiliki wewenang.
    - Authentication : Mensyaratkan bahwa pengirim suatu informasi dapat diidentifikasi dengan benar dan ada jaminan bahwa identitas yang didapat tidak palsu.
    - Availability : Mensyaratkan bahwa informasi tersedia untuk pihak yang memiliki wewenang ketika dibutuhkan.
    - Nonrepudiation : Mensyaratkan bahwa baik pengirim maupun penerima informasi tidak dapat menyangkal pengiriman dan penerimaan pesan.

    Contoh gangguan pada layanan telematika :
    - Noise : suatu sinyal gangguan yang bersifat akustik (suara), elektris, maupun elektronis yang hadir dalam suatu sistem (rangkaian listrik/ elektronika) dalam bentuk gangguan yang bukan merupakan sinyal yang diinginkan.
    - Flooding : teknologi informasi yang mengacu kepada salah satu jenis serangan Denial-of-service yang menggunakan paket- paket SYN. Denial of Service (DoS) merupakan serangan dimana suatu pihak mengekploitasi aspek dari suite Internet Protocol untuk menghalangi akses pihak yang berhak atas informasi atau sistem yang diserang.
    - Virus : sebuah program komputer yang dapat menggandakan dirinya secara sendiri dalam sistem komputer dengan memanfaatkan jaringan (LAN/WAN/Internet) tanpa perlu campur tangan dari user itu sendiri.
    - Sniffer : sebuah device penyadapan komunikasi jaringan komputer dengan memanfaatkan mode premicious pada ethernet. 

  3. Kegiatan penyediaan fasilitas jaringan telematika meliputi keseluruhan fasilitas dan elemen jaringan sehingga membentuk jaringan untuk menyalurkan beragam layanan aplikasi telematika. Contoh : stasiun bumi, kabel serat optik, saluran telekomunikasi dan sentral switching, perangkat transmisi komunikasi radio, BTS, dan menara transmisi.

Sumber :
http://www.mastel.or.id/files/Persandingan%20RUU%20Konvergensi.pdf
http://rizkyanraguta.blogspot.co.id/2015/01/gangguan-dan-pengamanan-pada-layanan_9.html

Wednesday, October 28, 2015

Pemuda dan Sosialisasi

Pemuda
Pemuda adalah golongan manusia-manusia muda yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan ke arah yang lebih baik, agar dapat melanjutkan dan mengisi pembangunan yang kini telah berlangsung.

Sosialisasi
Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat.

Proses Sosialisasi
George Herbert Mead berpendapat bahwa sosialisasi yang dilalui seseorang dapat dibedakan melalui tahap-tahap sebagai berikut.
1. Tahap persiapan (Preparatory Stage)
Tahap ini dialami sejak manusia dilahirkan, saat seorang anak mempersiapkan diri untuk mengenal dunia sosialnya, termasuk untuk memperoleh pemahaman tentang diri. Pada tahap ini juga anak-anak mulai melakukan kegiatan meniru meski tidak sempurna.
2. Tahap meniru (Play Stage)
Tahap ini ditandai dengan semakin sempurnanya seorang anak menirukan peran-peran yang dilakukan oleh orang dewasa. Pada tahap ini mulai terbentuk kesadaran tentang nama diri dan siapa nama orang tuanya, kakaknya, dan sebagainya. Kemampuan untuk menempatkan diri pada posisi orang lain dan kesadaran bahwa dunia sosial manusia berisikan banyak orang juga mulai terbentuk pada tahap ini 
3. Tahap siap bertindak (Game Stage)
Peniruan yang dilakukan sudah mulai berkurang dan digantikan oleh peran yang secara langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. Pada tahap ini lawan berinteraksi semakin banyak dan hubungannya semakin kompleks. Peraturan-peraturan yang berlaku di luar keluarganya secara bertahap juga mulai dipahami. 
4. Tahap penerimaan norma kolektif (Generalized Stage/Generalized other)
Pada tahap ini seseorang telah dianggap dewasa. Dia sudah dapat menempatkan dirinya pada posisi masyarakat secara luas. Manusia dengan perkembangan diri pada tahap ini telah menjadi warga masyarakat dalam arti sepenuhnya.

Tujuan Sosialisasi

  1. Memberikan ketrampilan terhadap seseorang agar mampu mengimbangi hidup bermasyarakat.
  2. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara efektif.
  3. Membantu mengendalikan fungsi – fungsi organic yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
  4. Membiasakan diri dengan berprilaku sesuai dengan nilai – nilai dan kepercayaan pokok yang ada dimasyarakat.


Peran Pemuda di Masyarakat
a. Peranan pemuda yang didasarkan atas usaha pemuda untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan :
- Pemuda meneruskan tradisi dan mendukung tradisi
- Pemuda yang menyesuaikan diri dengan golongan yang berusaha mengubah tradisi.

b. Peranan pemuda yang menolak untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya dibedakan menjadi :
  • Jenis pemuda pembangkit, yaitu pengurai atau pembuka kejelasan dari suatu masalah sosial. Contoh sastrawan Rendra dan Chairil anwar pada masanya.
  • Jenis pemuda nakal/ delinkuen, yaitu jenis pemuda yang tidak berniat mengadakan perubahan pada budaya maupun masyarakat tetapi hanya berusaha memperoleh manfaat dari masyarakat dengan tindakan menguntungkan bagi diri sendiri.
  • Jenis pemuda radikal, yaitu mereka yang berkeinginan besar mengubah masyarakat dan kebudayaan lewat cara-cara radikal, revolusioner tanpa memikirkan lebih jauh bagaimana selanjutnya.


Permasalahan pada Generasi Muda
Masalah-masalah yang menyangkut generasi muda dewasa ini adalah:
a. Dirasakan menurunnya jiwa nasionalisme, idealisme dan patriotisme di kalangan generasi muda
b. Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya
c. Belum seimbangnya jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia
d. Kurangnya lapangan dan kesempatan kerja.
e. Kurangnya gizi yang dapat menghambat pertumbuhan badan dan perkembangan kecerdasan
f. Masih banyaknya perkawinan-perkawinan di bawah umur
g. Adanya generasi muda yang menderita fisik dan mental
h. Pergaulan bebas
i. Meningkatnya kenakalan remaja, penyalahagunaan narkotika
j. Belum adanya peraturan perundang-undangan yang mengangkut generasi muda.


Sumber : 
http://mawar.staff.gunadarma.ac.id/Downloads

Wednesday, October 14, 2015

Tugas 1 - Pengantar Telematika

Soal :

  1. Jelaskan fungsi dan peranan telematika di berbagai bidang dalam kehidupan sehari-hari!
  2. Apa yang menyebabkan layanan telematika semakin berkembang, jelaskan!
  3. Aplikasi-aplikasi apa saja yang muncul dengan memanfaatkan layanan telematika dan apa peranan dari aplikasi tersebut?
  4. Bagaimana menghindari dampak negatif dari perkembangan telematika? Jelaskan!

Jawab :

  1. Fungsi Telematika
    a. Penyampai informasi. Telematika digunakan sebagai penyampai informasi untuk menambah pengetahuan manusia yang akan meningkatan keterampilan hidup, menambah kecerdasan, dan meningkatkan wawasan.

    b. Sarana kontak sosial hidup bermasyarakat. Interaksi sosial menimbulkan kebersamaan, keakraban, dan kesatuan yang akan melahirkan kerjasama. Telematika menjadi penghubung diantara peserta kerjasama tersebut, walaupun mereka tersebar dimana-mana. Telematika menjembatani proses interaksi sosial dan kerjasama sehingga menghasilkan jasa yang memiliki nilai tambah dibanding hasil perseorangan.

    Peranan Telematika di Indonesia
    a. Mengoptimalkan proses pembangunan.
    Telematika memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa sarana telekomunikasi yang memudahkan masyarakat saling berinteraksi tanpa terhalang jarak, sehingga mudah untuk menyampaikan informasi dari satu daerah ke daerah lain.

    b. Meningkatkan Pendapatan.
    Produk dan jasa teknologi telematika merupakan komoditas yang memberikan peningkatan pendapatan bagi perseorangan, dunia usaha bahkan negara dalam bentuk devisa hasil ekspor jasa dan produk industri telematika.

    c. Pemersatu bangsa.
    Teknologi telematika mampu menyatukan bangsa melalui pengembangan sistem informasi yang menghubungkan semua institusi dan area dengan cepat tanpa terhalang jarak daerah masing-masing.
  2. Faktor penyebab telematika semakin berkembang adalah meningkatnya dan semakin beragam kebutuhan pengguna. Aplikasi apapun dan layanan apapun yang tercipta dalam telematika berawal dari kebutuhan pengguna. Semua pengguna menginginkan informasi yang mudah didapat, serba cepat, layanan lengkap dan handal untuk memenuhi kebutuhan mereka.
  3. a. E-goverment (contoh : depok.go.id)
    E-goverment dihadirkan dengan maksud untuk administrasi pemerintahan secara elektronik. Di Indonesia ini, sudah ada suatu badan yang mengurusi tentang telematika, yaitu Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI). TKTI mempunyai tugas mengkoordinasikan perencanaan dan mempelopori program aksi dan inisiatif untuk menigkatkan perkembangan dan pendayagunaan teknologi telematika di Indonesia, serta memfasilitasi dan memantau pelaksanaannya.

    Dengan e-goverment, pemerintah dapat menjalankan fungsinya melalui sarana internet yang tujuannya adalah memberi pelayanan kepada publik secara transparan sekaligus lebih mudah, dan dapat diakses (dibaca) oleh komputer dari mana saja. E-goverment juga dimaksudkan untuk peningkatan interaksi, tidak hanya antara pemerintah dan masyarakat tetapi juga antar sesama unsur pemerintah dalam lingkup nasional bahkan intrernasional. Pemerintahan tingkat provinsi sampai kabupaten kota, telah memiliki situs online. Isi informasi dalam e-goverment, antara lain adalah profil wilayah atau instansi, data statistik, surat keputusan, dan bentuk interaktif lainnya.

    b. E-commerce (contoh : bhinneka.com)
    Prinsip e-commerce tetap pada transaksi jual beli. Semua proses transaksi perdagangan dilakukan secara elektronik. Mulai dari memasang iklan pada berbagai situs atau web, membuat pesanan atau kontrak, mentransfer uang, mengirim dokumen, samapi membuat claim.

    Luasnya wilayah e-commerce ini, bahkan dapat meliputi perdagangan internasional, menyangkut regulasi, pengiriman perangkat lunak (software), perbankan, perpajakan, dan banyak lagi. E-commerce juga memiliki istilah lain yaitu e-bussines. Contoh dalam kawasan ini adalah toko online, baik itu toko buku, pabrik, kantor, dan bank (e-banking). Untuk yang disebut terakhir, sudah banyak bank yang melakukan transaksi melalui mobile phone, ATM (Automatic Teller Machine – Anjungan Tunai Mandiri) , bahkan membeli pulsa.

    c. E-learning (contoh : cai.elearning.gunadarma.ac.id)
    Globalisasi telah menghasilkan pergeseran dalam dunia pendidikan, dari pendidikan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka. Di Indonesia sudah berkembang pendidikan terbuka dengan sistem belajar jarah jauh (distance learning) menggunakan media internet berbasis web atau situs.

    Kenyataan tersebut dapat dimungkinkan dengan adanya teknologi telematika, yang dapat menghubungkan guru dengan muridnya, dan mahasiswa dengan dosennya. Melihat hasil perolehan belajar berupa nilai secara online, mengecek jadwal kuliah, dan mengirim naskah tugas dapat dilakukan.
  4. a. Pembuatan UU yang mengatur penggunaan telematika.
    UU tersebut dimaksudkan untuk memberikan aturan yang jelas dalam penggunaan telematika sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan hal-hal yang dilanggar.

    b. Pembuatan hukum yang memberikan sanksi tegas bagi pelanggar telematika
    Apabila terdapat pelanggaran maka sudah dibuat aturan hukum dan sanksi bagi pelanggar sehingga memberikan efek jera.

Sumber :
http://dee-x-cisadane.webs.com/apps/blog/show/19169220-sejarah-penerapan-dan-perkembangan-trend-telematika-ke-depan
http://www.ivantinusjerry.asia/2014/10/manfaat-peranan-telematika-lengkap-terbaru.html
http://www.ivantinusjerry.asia/2014/11/pengantar-telematika-2.html

Monday, October 12, 2015

Individu, Keluarga, dan Masyarakat

Individu
Individu merupakan unit terkecil pembentuk masyarakat. Individu berasal dari kata latin “individuum” artinya yang tidak terbagi. Individu juga berarti bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan menurut ilmu sosiologi adalah sbb: 
1. Pendirian Nativistik. Golongan ini berpendapat bahwa pertumbuhan itu semata-mata ditentukan oleh factor-faktor yang dibawa sejak lahir 
2. Pendirian Empiristik dan environmentalistik. Golongan ini menganggap bahwa pertumbuhan individu semata-mata bergantung pada lingkungan sedangkan dasar tidak berperan sama sekali. 
3. Pendirian konvergensi dan interaksionisme. Golongan ini berpendapat bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu. 

Keluarga
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
Fungsi keluarga adalah pekerjaan-pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh keluarga tersebut.
Fungsi yang dijalankan keluarga adalah :
1. Fungsi Pendidikan : dilihat dari bagaimana keluarga mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak.
2. Fungsi Sosialisasi : dilihat dari bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.
3. Fungsi Perlindungan : dilihat dari bagaimana keluarga melindungi anak sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.
4. Fungsi Perasaan : dilihat dari bagaimana keluarga secara instuitif merasakan perasaan dan suasana anak serta anggota lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga, sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.
5. Fungsi Agama : dilihat dari bagaimana keluarga memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga lain melalui kepala keluarga menanamkan keyakinan yang mengatur kehidupan kini dan kehidupan lain setelah dunia.
6. Fungsi Ekonomi : dilihat dari bagaimana kepala keluarga mencari penghasilan, mengatur penghasilan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rkebutuhan-kebutuhan keluarga.
7. Fungsi Rekreatif : dilihat dari bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga, seperti acara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman masing-masing, dan lainnya.
8. Fungsi Biologis : dilihat dari bagaimana keluarga meneruskan keturunan sebagai generasi selanjutnya.

Masyarakat
Masyarakat adalah sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur dan saling tergantung satu sama lain.
Masyarakat mempunyai 2 golongan, yaitu :
1. Masyarakat sederhana (primitive) : golongan ini masih membedakan jenis kelamin sebagai pola pembagian pekerjaan yang berlatar belakang dari adanya kelemahan dan kemampuan fisik antara seorang wanita dan pria dalam menghadapi tantangan-tantangan alam yang buas saat itu.
2. Masyarakat maju : golongan ini memiliki kelompok organisasi yang berkembang berdasarkan tujuan tertentu. Masyarakat maju dibedakan menjadi 2, yaitu :
a. Masyarakat industry : di dalam kelompok masyarakat ini terdapat spesialisasi pekerjaan yang disebabkan oleh semakin kompleks dan rumitnya bidang-bidang pekerjaan yang ada.
b. Masyarakat non industry terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu :
- Kelompok primer atau biasa disebut face to face group dimana interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab sebab para anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka, karena itu saling mengenal lebih dekat, lebih akrab.
Pembagian pekerjaan dalam kelompok ini dititikberatkan pada kesadaran, tanggung jawab para anggota, rasa simpati dan secara sukarela.
- Kelompok sekunder dimana interaksi antar anggota terpaut hubungan tak langsung, formal dan kurang bersifat kekeluargaan.
Pembagian pekerjaan dalam kelompok ini diatur atas dasar pertimbangan-pertimbangan rasional objektif dan diterima atas dasar kemampuan/keahlian tertentu.

Hubungan antara individu, keluarga dan masyarakat
Individu, keluarga, masyarakat dan kebudayaan adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Keempatnya mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Tidak akan pernah ada keluarga, masyarakat maupun kebudayaan apabila tidak ada individu. Untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu sebagai media di mana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya. Individu juga membutuhkan kebudayaan sebagai wahana bagi individu untuk mengembangkan dan mencapai potensinya sebagai manusia.
Lingkungan sosial yang pertama kali dijumpai individu dalam hidupnya adalah lingkungan keluarga. Di dalam keluargalah individu mengembangkan kapasitas pribadinya. Sementara itu, masyarakat merupakan lingkungan sosial individu yang lebih luas. Di dalam masyarakat, individu mengejewantahkan apa-apa yang sudah dipelajari dari keluarganya. Individu belum bisa dikatakan sebagai individu apabila dia belum dibudayakan. Artinya hanya individu yang mampu mengembangkan potensinya sebagai individulah yang bisa disebut individu. Untuk mengembangkan potensi kemanusiaannya ini atau untuk menjadi berbudaya dibutuhkan media keluarga dan masyarakat.

Urbanisasi
1. Urbanisasi
    Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.

2. Proses terjadinya Urbanisasi
    Urbanisasi terjadi karena adanya faktor pendorong dan penarik, yaitu sbb :
    a. Faktor penarik

  • Kehidupan kota yang lebih modern
  • Sarana dan prasarana kota lebih lengkap
  • Banyak lapangan pekerjaan di kota
  • Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi lebih baik dan berkualitas

    b. Faktor pendorong

  • Lahan pertanian semakin sempit
  • Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
  • Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa
  • Terbatasnya sarana dan prasarana di desa
  • Diusir dari desa asal
  • Memiliki impian kuat menjadi orang kaya

Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Urbanisasi
https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&ved=0CBsQFjAAahUKEwik8-iXzbzIAhWEGJQKHVvTDTM&url=http%3A%2F%2Felearning.gunadarma.ac.id%2Fdocmodul%2Fmkdu_isd%2Fbab3-individu_keluarga_dan_masyarakat.pdf&usg=AFQjCNFyJsYKxr7gkpaGAjYwD3tny6vfXw&sig2=pMxNjdNKm-mdpl9LSdTiQA&bvm=bv.104819420,d.dGo



Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan

1. Pertumbuhan Penduduk 
    a. Pertumbuhan Penduduk Dunia
      Populasi dunia diperkirakan akan mencapai 8,5 miliar pada tahun 2030, 9,7 miliar pada tahun 2050, dan melampaui 11 miliar pada tahun 2100, dengan India yang diperkirakan akan melampaui Tiongkok, sebagai negara berpenduduk paling padat, sekitar tujuh tahun dari sekarang, dan Nigeria akan melampaui Amerika Serikat untuk menjadi negara terbesar ketiga di dunia dalam 35 tahun dari sekarang, menurut laporan PBB yang baru diluncurkan pada hari Rabu (29/7).

Selain itu, laporan tersebut mengungkapkan bahwa selama periode 2015-2050, setengah dari pertumbuhan penduduk dunia diperkirakan akan terkonsentrasi di sembilan negara: India, Nigeria, Pakistan, Republik Demokratik Kongo, Ethiopia, Tanzania, Amerika Serikat, Indonesia dan Uganda.

Wu Hongbo, Wakil Sekretaris-Jenderal PBB untuk Urusan Ekonomi dan Sosial, dimana departemennya memproduksi Revisi Prospek Populasi Dunia 2015, putaran ke-24 estimasi resmi populasi PBB dan proyeksi, memahami perubahan demografis yang mungkin terungkap selama beberapa tahun mendatang “merupakan kunci untuk mendesain dan mengimplementasikan agenda pembangunan baru.”

Negara-negara Anggota PBB saat ini sedang dalam proses menyusun sebuah agenda penerus dari Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) yang bersejarah, yang akan berakhir pada tahun ini. Sebuah kerangka kerja baru, yang fokus pada pengentasan kemiskinan, inklusi sosial dan menjaga kesehatan planet ini, akan diadopsi pada KTT khusus PBB , di New York pada bulan September ini.

Menurut proyeksi laporan tersebut, populasi dunia saat ini adalah 7,3 miliar, dan diperkirakan akan mencapai 8,5 miliar pada tahun 2030, 9,7 miliar pada tahun 2050 dan 11,2 miliar pada tahun 2100.

“Sebagian besar dari proyeksi dari peningkatan populasi dunia dapat dikaitkan dengan beberapa negara yang memiliki tingkat kesuburan yang tinggi, terutama di Afrika, atau negara-negara dengan populasi yang sudah besar,” menurut laporan tersebut.

Saat ini, Tiongkok dan India tetap merupakan dua negara terbesar di dunia, masing-masing dengan jumlah penduduk lebih dari 1 miliar orang, mewakili 19 dan 18 persen dari populasi dunia, masing-masing secara terpisah, namun pada tahun 2022, jumlah populasi India diperkirakan akan melampaui Tiongkok, menurut proyeksi laporan.

Di antara 10 negara terbesar di dunia saat ini, salah satunya berada di Afrika (Nigeria), lima negara berada di Asia (Bangladesh, Tiongkok, India, Indonesia, dan Pakistan), dua negara berada di Amerika Latin (Brasil dan Meksiko), satu di Amerika Utara (AS), dan satu di Eropa (Federasi Rusia).

“Dari jumlah tersebut, penduduk Nigeria, saat ini merupakan terbesar ketujuh di dunia, tumbuh dengan cepat,” menurut laporan. Akibatnya, populasi Nigeria diproyeksikan akan melampaui Amerika Serikat pada sekitar tahun 2050, di mana pada titik tersebut akan menjadi negara terbesar ketiga di dunia.

Laporan ini juga memproyeksikan bahwa pada tahun 2050, populasi dari enam negara diperkirakan akan melebihi 300 juta: Tiongkok, India, Indonesia, Nigeria, Pakistan, dan Amerika Serikat.

Dan dengan tingkat tertinggi pertumbuhan penduduk, Afrika diperkirakan akan mencakup lebih dari setengah dari pertumbuhan populasi dunia selama 35 tahun ke depan.

Selama periode ini, menurut laporan, populasi dari 28 negara Afrika diproyeksikan akan mengalami peningkatan sebesar dua kali lipat, dan pada tahun 2100, 10 negara Afrika diproyeksikan telah meningkat, setidaknya dari lima: Angola, Burundi, Republik Demokratik Kongo, Malawi, Mali, Niger, Somalia, Uganda, Republik Tanzania dan Zambia.

“Konsentrasi pertumbuhan penduduk di negara-negara termiskin menyajikan suatu tantangan sendiri, sehingga menjadikannya lebih sulit untuk memberantas kemiskinan dan ketidaksetaraan, untuk memerangi kelaparan dan kekurangan gizi, serta untuk memperluas pendaftaran pendidikan dan sistem kesehatan, yang semuanya penting untuk keberhasilan dari agenda pembangunan berkelanjutan yang baru,” kata John Wilmoth, Direktur Divisi Populasi PBB.

Berbeda dengan proyeksi pertumbuhan, penuaan yang signifikan dari populasi dalam beberapa dekade mendatang diproyeksikan berada sebagian besar wilayah, dimulai dengan Eropa, di mana 34 persen dari populasi diproyeksikan akan berusia lebih dari 60 tahun pada tahun 2050. Di Amerika Latin dan Karibia serta di Asia, populasi akan berubah dari 11 persen menjadi 12 persen dari masyarakat yang berusia lebih dari 60 tahun pada saat ini, menjadi lebih dari 25 persen pada tahun 2050.

Selanjutnya dalam laporan, tingkat harapan hidup saat lahir telah meningkat secara signifikan di negara-negara kurang berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Pencapaian rata-rata enam tahun diantara negara-negara termiskin, dari 56 tahun pada tahun 2000-2005, menjadi 62 tahun pada 2010-2015, diperkirakan akan meningkat dua kali lipat untuk seluruh dunia. Sementara perbedaan yang signifikan dalam harapan hidup di daerah utama, dan kelompok pendapatan diproyeksikan akan terus naik, mereka diharapkan akan berkurang secara signifikan pada tahun 2045-2050.
    
    b. Faktor - Faktor Demografi yang Mempengaruhi Pertumbuhan Penduduk
        1) Kelahiran (Natalis)
        Untuk menentukan jumlah kelahiran dalam satu wilayah digunakan angka kelahiran (Fertilitas).
Angka kelahiran (Fertilitas) yaitu angka yang menunjukkan rata-rata jumlah bayi yang lahir hidup setiap 1000 penduduk dalam waktu satu tahun.
Cara menghitung angka kelahiran (Fertilitas), yaitu sbb:
 a) Angka kelahiran kasar (Crude Birth Rate/CBR)
Angka kelahiran ini disebut kasar karena perhitungannya tidak memperhatikan jenis kelamin dan umur penduduk, meskipun yang dapat melahirkan hanya penduduk dengan jenis kelamis perempuan.
b) Angka kelahiran menurut kelompok umur (Age Specific Fertiliy Rate/ASFR)
Angka kelahiran ini dihitung berdasarkan jumlah kelahiran dalam usia produktif (usia 15-49 tahun) setiap 1000 wanita dalam kurun waktu 1 tahun.

       2) Kematian (Mortalitas)
Adalah perhitungan perkembangan penduduk yang bersifat mengurangi jumlah penduduk berdasarkan jumlah kematian dari setiap seribu penduduk dalam kurun waktu 1 tahun.
Cara menghitung angka kematian (Mortalitas) :
a) Angka Kematian kasar (Crude Death Rate/CDR)
Yaitu angka yang menunjukkan jumlah kematian tiap 1000 penduduk tiap tahun tanpa membedakan usia dan jenis kelamin tertentu.
Rumus :
Jumlah kematian
Jumlah Penduduk
b) Angka Kematian Khusus (Specific Death Rate/SDR)
Yaitu jumlah seluruh kematian akibat penyakit tertentu selama satu tahun dibagi jumlah penduduk pada pertengahan tahun.
Rumus :
Jumlah kematian penyakit (x)    x 100%
Jumlah penduduk
c) Angka Kematian Ibu (Maternal Mortality Rate/MMR)
Yaitu jumlah kematian ibu akibat kehamilan/melahirkan/nifas (sampai 42 hari post partum) per 100.000 kelahiran hidup.
Rumus :
Jumlah kematian Ibu x 100.000
Jumlah kelahiran hidup
d) Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate/IMR)
Yaitu jumlah kematian bayi (umur <1tahun) per 1000 kelahiran hidup.
Rumus :
Jumlah kematian bayi x 1000
Jumlah kelahiran hidup

       3) Perpindahan (Migrasi)
         Migrasi adalah perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat yang lain dalam jangka waktu tertentu.
Faktor – faktor yang mempengaruhi migrasi :
• Faktor individu
• Faktor yang terdapat di daerah asal
• Faktor yang terdapat di daerah tujuan
• Rintangan antara daerah asal dan daerah tujuan

Macam-macam migrasi :
a) Migrasi Internasional
• Imigrasi : masuknya penduduk ke suatu Negara
• Emigrasi : keluarnya penduduk ke Negara lain
• Remigrasi : kembalinya penduduk ke suatu negara
b) Migrasi Nasional
• Urbanisasi :  perpindahan penduduk dari desa ke kota
• Transmigrasi : perpindahan penduduk dari suatu pulau ke pulau yang lain
• Ruralisasi : perpindahan penduduk dari kota ke desa
• Evakuasi : perpindahan penduduk dari tempat yang tidak aman ke tempat karena kejadian tertentu ke tempat yang aman

Akibat Migrasi :
• Akan terjadi pertikaian didalam suatu kota yang banyaknya imigrasi dikarenakan banyaknya orang yang bersuku tidak sama, perbedaan sosial budaya, pola pikiran yang tidak sepaham, adab tutur kata yang tidak sama, dan memandang suatu nilai orang.
• Akan cepatnya terjadi bencana alam, karena apabila imigran datang tentu saja mereka mencari tempat tinggal, maka lahan penghijauan pun menjadi sasaran untuk dibuatnya perumahan sehingga untuk resapan air pun berkurang sehingga akan terjadi bencana alam banjir dan juga wabah penyakit.
• Kesehatan menjadi harga yang lebih mahal di dalam kota migrasi karena, makin banyak imigran yang datang dengan membawa alat kendaraannya dan juga elektronik yang mempunyai radiasi dan polusi pun dimana-mana.
• Area perkuburan yang makin sempit dikarenakan lahan yang letaknya seharusnya menjadi area pemakaman justru dibuat mall, jalan raya besar, dan juga fasilitas prasarana lainnya.
• Lahan pekerjaan yang sempit karena banyaknya orang yang mau menetap di kota migrasi dengan mencari uang tetapi sudah banyaknya lahan pekerjaan yang diambil orang dan juga peluang bisnis yang area penjualannya sangat sempit
   
    c. Jenis Struktur Penduduk
       1) Piramida Stasioner
Bentuk piramida ini menggambarkan keadaan penduduk yang tetap (statis) sebab tingkat kematian rendah dan tingkat kelahiran tidak begitu tinggi. Piramida penduduk yang berbentuk system ini biasanya terdapat pada negara-negara yang maju seperti Swedia, Belanda dan Skandinavia.
 Gambar 1 Piramida Stasioner

2) Piramida Tua
Bentuk piramida penduduk ini menggambarkan adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan tingkat kematian kecil sekali. Apabila angka kelahiran jenis kelamin pria besar, maka suatu Negara bisa kekurangan penduduk. Negara yang bentuk piramida penduduknya seperti ini adalah Jerman, Inggris, Belgia dan Perancis.

Gambar 2 Piramida Tua

3) Piramida Muda
Piramida ini menggambarkan komposisi penduduk dalam pertumbuhan dan sedang berkembang. Jumlah angka kelahiran lebih besar daripada jumlah kematian. Bentuk ini umumnya kita lihat pada negara – negara yang sedang berkembang. Misalnya : India, Brazil dan Indonesia
 Gambar 3 Piramida Muda

2. Kebudayaan dan Kepribadian
    Kebudayaan merupakan keseluruhan arti pengetahuan manusia sebagai mahluk sosial, yang digunakan untuk menginterpretasikan dan memahami lingkungan yang dihadapi, untuk memenuhi segala kebutuhannya serta mendorong terwujudnya kelakuan manusia itu sendiri.
Secara garis besar, terdapat korelasi antara kebudayaan dan kepribadian masyarakat. Opini umum menyatakan bahwa kebudayaan suatu bangsa adalah cermin dari kepribadian bangsa yang bersangkutan.
Sifat-sifat kepribadian yang berakar dari adat istiadat dan ajaran agama pada suatu kelompok masyarakat dapat dikukuhkan sebagai hukum adat. Di luar itu ciri-ciri kepribadian suatu kelompok masyarakat/bangsa, juga tercermin dalam penampilan sikap hidup sehari-hari.

Kebudayaan Hindu, Budha, Islam dan Barat
   1) Kebudayaan Hindu dan Budha
Pada abad ke-3 dan ke-4 agama Hindu masuk ke Indonesia khususnya ke pulau jawa. Perpaduan atau akulturasi antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan Hindu yang berasal dari India itu berlangsung lancar. Sekitar abad ke 5, ajaran Budha atau budhisme masuk ke Indonesia, khususnya ke pulau Jawa. Agama/ajaran budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju dari pada hinduisme, sebab Budhisme tidak menghendaki adanya kasta-kasta dalam masyarakat.
Walaupun demikian, kedua agama itu di Indonesia, khususnya di pulau jawa tumbuh dan berkembang berdampingan secara damai. Baik penganut hinduisme maupun budhisme melahirkan karya-karya budaya yang bernilai tinggi dalam seni bangunan/arsitektur, baik seni pahat, seni ukir maupun seni sastra, seperti tercermin dalam bangunan/arsitektur, relief-relief yang diabadikan dalam candi-candi di Jawa Tengah ataupun Jawa Timur. Candi-candi yang dimaksud diantaranya candi borobudur, mendut, prambanan, kalasan, badut, kidal, jago, singasari, dll.

   2) Kebudayaan Islam
Pada abad ke-15 dan ke-16, agama Islam telah dikembangkan di Indonesia oleh para pemuka-pemuka Islam yang disebut wali sanga. Titik sentral penyebaran agama Islam pada abad itu berada di pulau jawa.
Didaerah-daerah yang belum amat terpengaruh oleh kebudayaan Hindu, agama Islam mempunyai pengaruh yang mendalam dalam kehidupan penduduk di daerah yang bersangkutan. Misalnya di Aceh, Banten, Sulawesi Selatan, Sumatra Timur, Sumatra Barat, dan pesisir Kalimantan. Agama islam berkembang pesat di Indonesia dan menjadi agama yang medapat penganut sebagian besar penduduk indonesia.

3. Kebudayaan Barat
    Awal kebudayaan barat masuk ke Indonesia ketika kaum kolonialisme/penjajah memaksa masuk ke Indonesia, terutama bangsa Belanda. Mulai dari penguasaan perusahaan dagang Belanda (VOC) dan berlanjut dengan pemerintahan kolonialisme Belanda. Akibat dari penjajahan tersebut, munculah bangunan-bangunan dengan gaya arsitektur Barat.
Di pusat pemerintahan terutama di Jawa, Sulawesi Utara, dan Maluku berkembang dua lapisan sosial. Lapisan sosial pertama terdiri dari kaum buruh dari berbagai lapangan pekerjaan. Lapisan kedua, adalah kaum pegawai. Dalam lapisan sosial kedua inilah kemampuan/kemahiran bahasa Belanda menjadi syarat utama untuk mencapai kenaikan kelas sosial.
Pengaruh kebudayaan Eropa yang juga masuk ke dalam kebudayaan Indonesia ialah agama Katolik dan agama Kristen Protestan. Agama-agama tersebut disiarkan dengan sengaja oleh organisasi-organisasi penyiaran agama (Missie untuk agama Katolik dan Zending untuk agama Kristen) yang semuanya bersifat swasta. Penyiaran dilakukan terutama di daerah-daerah dengan penduduk yang belum mengalami pengaruh agama Hindu, Budha, atau Islam. Contoh : Irian Jaya, Maluku Tengah dan Selatan, Sulawesi Utara dan Tengah, Nusa Tenggara Timur dan pedalaman Kalimantan.


Sumber : 
http://unic-jakarta.org/2015/07/30/pbb-proyeksikan-penduduk-dunia-capai-85-miliar-pada-tahun-2030-didorong-oleh-pertumbuhan-di-negara-negara-berkembang/

http://www.fkunissula.ac.id/index.php?option=com_docman&task=doc_download&gid=904&Itemid=67&lang=id